Buru-Buru Ada Rapat, Mendes Eko Tak Kabur Usai Diperiksa Bawaslu

Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Anwar Sanusi menolak Mendes Eko Putro Sandjojo menghindari wartawan usai klarifikasi ke Bawaslu RI, Rabu (20/3). Diketahui, Mendes Eko diperkirakan melakukan kampanye di luar libur yang adalahpelanggaran Pemilu.

“Bukan kabur, namun buru-buru terdapat rapat lagi,” kata Anwar ketika dikonfirmasi media.
Selama klarifikasi, lanjut Anwar, Mendes Eko dihujani tujuh pertanyaan. Hal itu dilaksanakan guna perbuatan lebih lanjut badan pengawas pemilu, berhubungan aksi Eko di Sulawesi Tenggara akhir Februari 2019.

“Kurang lebih terdapat 6 atau 7 pertanyaan. Karena memang substansinya melulu klarifikasi dan paling administratif,” kata Anwar yang menemani Mendes Eko sekitar proses klarifikasi.Berdasarkan keterangan dari Anwar, Mendes Eko tidak menyalahi aturan Pemilu. Hal ini disebabkan deklarasi bareng TKN Jokowi-Ma’ruf dilaksanakan dengan statusnya sebagai unsur dari penyokong Jokowi.”Sudah cuti, kedudukannya sebagai TKN,” kata dia.

Kendati libur tersebut telah mendapat persetujuan Sekretariat Negara atau belum, Anwar tidak cukup tahu detil. Berdasarkan keterangan dari dia, satu hal tentu pengajuan itu sudah dikatakan ke unsur bersangkutan.”Sudah ajukan cuti, diterima atau belum? Tanya ke Setneg,” Anwar menyudahi.

Sebelumnya, Mendes Eko datang sekira pukul 16.00 WIB. Awak media yang menunggunya di pintu utama Gedung Bawaslu, kucing-kucingan dengan kedatangan Mendes Eko yang diketahui melewati pintu belakang.Tak hingga satu jam, selama 50 menit tiba-tiba awak media pulang dikejutkan dengan kemunculan Mendes Eko yang pulang mengecoh wartawan. Kali ini, Mendes Eko terbit melalui pintu lainnya dan langsung menaiki sedan berpelat RFS yang sudah siap menjemputnya.

Awak media yang berjuang mengejar dan meminta konfirmasi berhubungan klaifikasi Mendes Eko, tak mendapat perhatian. Mobil berwarna hitam itu terus tancap gas dan meninggalkan Kantor Bawaslu.Diketahui, Mendes Eko mengonfirmasi untuk media berhubungan klarifikasi di Bawaslu senja ini. Bawaslu memanggil Mendes Eko soal sangkaan kampanye tanpa izin libur di Sulawesi Tenggara pada 22 Februari 2019.

Diberitakan sebelumnya, sangkaan pelanggaran Mendes Eko berawal dari kegiatan kampanye TKN Jokowi-Ma’ruf di Kendari. Kampanye itu turut dihadiri oleh Ketua TKN Erick Tohir, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).Bersama Erick Thohir dan Cak Imin, Mendes Eko diperkirakan mengacungkan jari telunjuk sebagai format dukungan untuk Jokowi.
Bila benar demikian, Mendes Eko bisa terjerat sanksi pelanggaran Pasal 281 ayat 1 huruf a dan b, dan ayat 2 UU nomor 7 tahun 2017 mengenai Pemilu, dan Pasal 62 nomor 23 tahun 2018 dan Pasal 59 ayat 3 huruf b dan c mengenai kampanye melibatkan menteri.